Laporan Kuisioner Kepuasan Mahasiswa Terhadap Proses Pembelajaran di Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Padang Periode Tengah Semester Genap 2024-2025

Kuisoner Kepuasan mahasiswa terhadap proses pembelajaran di Jurusan Teknik Mesin periode Tengah Semester Genap 2024-2025 merupakan sebuah media yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan mahasiswa terhadap proses pembelajaran yang berlangsung di Jurusan Teknik Mesin.

Berdasarkan Kuisioner yang disebarkan kepada mahasiswa Jurusan Teknik Mesin didapatkan responden sebanyak 387 responden.

πŸ”Ž Rincian distribusi:

  • D3 Teknik Mesin β†’ 19,4%

  • D3 Teknik Alat Berat β†’ 20,7%

  • D4 Teknik Manufaktur β†’ 42,6% (paling banyak responden)

  • D4 Rekayasa Perancangan Mekanik β†’ 17,3%

Artinya, kontribusi responden terbesar datang dari D4 Teknik Manufaktur, hampir setengah dari total responden.

Responden Berdasarkan Program Studi

πŸ“Š Jumlah responden: 75 mahasiswa
Distribusi per kelas:

  • I.A β†’ 17,3%

  • I.B β†’ kecil sekali (sekitar 2–3%)

  • I.C β†’ 18,7%

  • I.D β†’ sekitar 5–6%

  • I.E β†’ sekitar 4–5%

  • I.F β†’ sekitar 10%

  • II.A β†’ 30,7% (terbesar)

  • II.B β†’ 9,3%

πŸ”Ž Analisis singkat:
Mayoritas responden dari Prodi D3 Teknik Mesin berasal dari kelas II.A (30,7%), diikuti oleh kelas I.C (18,7%) dan kelas I.A (17,3%). Sementara kelas lain memberi kontribusi lebih kecil.

πŸ“Š Jumlah responden: 80 mahasiswa
Distribusi per kelas:

  • I.A β†’ 28,7% (terbesar)

  • I.B β†’ 20%

  • I.C β†’ 11,2%

  • II.A β†’ 11,3%

  • III.A β†’ 11,3%

  • III.B β†’ 5% (estimasi kecil, sesuai chart)

  • III.C β†’ 12,5%

πŸ”Ž Analisis singkat:
Mayoritas responden berasal dari kelas I.A (28,7%) dan I.B (20%), menunjukkan partisipasi terbanyak dari mahasiswa semester awal. Kelas di tingkat III (III.A, III.B, dan III.C) juga cukup berkontribusi dengan total sekitar 29% responden.

πŸ“Š Dari diagram terlihat:

  • Kelas II.A mendominasi dengan jumlah 50,9%, artinya lebih dari setengah responden berasal dari kelas ini. Bisa dibilang kelas ini adalah β€œtulang punggung” responden di prodi ini.

  • Kelas II.B juga cukup banyak, sebesar 21,8%, menjadi kelompok terbesar kedua.

  • Kelas I.B (10,9%) punya kontribusi moderat.

  • Kelas I.A (7,3%) relatif kecil namun tetap berkontribusi.

  • Sementara kelas lain (III.A, III.B, IV.A, IV.B) tidak muncul dalam proporsi signifikan pada data ini (kemungkinan tidak mengisi atau tidak diwakili).

πŸ”Ž Analisis singkat:
Distribusi responden sangat terkonsentrasi di semester 4 Saja (II.A dan II.B). Ini bisa memberi gambaran bahwa persepsi kepuasan mahasiswa di prodi ini lebih banyak dipengaruhi oleh pengalaman mahasiswa tingkat II dibandingkan tingkat awal maupun akhir.

πŸ“Š Distribusi kelas:

  • Kelas III.B mendominasi dengan 32,8% responden, menjadi kelompok terbesar.

  • Kelas I.A dan I.B masing-masing menyumbang 17,9%, cukup seimbang dan signifikan.

  • Kelas III.A ada di posisi berikutnya dengan 14,9%.

  • Kelas II.A berjumlah 11,9%.

  • Kelas II.B paling sedikit dengan 4,5%.

πŸ”Ž Analisis singkat:
Distribusi cukup merata di semua angkatan, meskipun kelas tingkat akhir (III.B) memiliki suara paling dominan. Ini menunjukkan persepsi kepuasan mahasiswa di prodi ini banyak dipengaruhi oleh pengalaman mahasiswa tingkat akhir, yang kemungkinan lebih kritis karena sudah merasakan proses pembelajaran lebih lama.

πŸ“Œ Jadi, kalau kita gabungkan analisis dari semua prodi:

  • D3 Teknik Mesin β†’ dominan di kelas II.A (30,7%).

  • D3 Teknik Alat Berat β†’ dominan di kelas I.A (28,7%).

  • D4 Teknik Manufaktur β†’ sangat dominan di kelas II.A (50,9%).

  • D4 Rekayasa Perancangan Mekanik β†’ dominan di kelas III.B (32,8%).

Hasil Survey Kepuasan Mahasiswa Terhadap Proses Pembelajaran
  1. Ruang kuliah yang bersih, nyaman dan rapi serta terdapat sarana pembelajaran yang memadai di ruang kuliah (tangible)

πŸ“Š Data hasil kuisioner (387 responden):

  • Skor 1: 4 responden (1%)

  • Skor 2: 14 responden (3,6%)

  • Skor 3: 127 responden (32,8%)

  • Skor 4: 242 responden (62,5%)

πŸ”Ž Interpretasi:
Mayoritas mahasiswa (62,5%) menilai ruang kuliah bersih, nyaman, rapi, dan sarana pembelajaran memadai dengan skor tertinggi (4). Ditambah dengan skor 3 (32,8%), artinya 95,3% mahasiswa merasa puas dengan aspek tangible.

Hanya 4,6% responden yang memberikan penilaian rendah (skor 1 dan 2), menunjukkan masih ada sedikit perbaikan yang diperlukan, misalnya di ketersediaan fasilitas tertentu (proyektor, AC, kursi-meja, dll.).

πŸ“Œ Kesimpulan:
Aspek Tangible mendapatkan persepsi yang sangat baik dari mahasiswa, dengan tingkat kepuasan tinggi. Namun, pihak kampus tetap perlu memperhatikan masukan dari kelompok kecil mahasiswa yang merasa kurang puas agar kualitas sarana-prasarana semakin merata.

2. Dosen memulai dan mengakhiri perkuliahan sesuai waktu yang telah ditentukanΒ (Reliability)

πŸ“Š Data hasil kuisioner (387 responden):

  • Skor 1: 10 responden (2,6%)

  • Skor 2: 24 responden (6,2%)

  • Skor 3: 67 responden (17,3%)

  • Skor 4: 286 responden (73,9%)

πŸ”Ž Interpretasi:
Mayoritas mahasiswa (73,9%) menilai dosen sudah tepat waktu dalam memulai dan mengakhiri perkuliahan. Jika digabung dengan skor 3 (17,3%), maka 91,2% mahasiswa merasa puas dengan ketepatan waktu dosen.

Namun, masih ada sekitar 8,8% mahasiswa yang memberi skor rendah (1 dan 2), yang berarti sebagian kecil dosen masih perlu meningkatkan kedisiplinan waktu.

πŸ“Œ Kesimpulan:
Aspek Reliability berada pada kategori sangat baik. Ketepatan waktu dosen sudah sangat diapresiasi oleh mahasiswa, meski tetap ada peluang untuk lebih konsisten pada semua kelas agar kepuasan semakin merata.

3. Dosen tanggap dan mudah ditemui untuk keperluan konsultasi laporan atau materi kuliah (Responsiveness)

πŸ“Š Data hasil kuisioner (387 responden):

  • Skor 1: 7 responden (1,8%)

  • Skor 2: 14 responden (3,6%)

  • Skor 3: 94 responden (24,3%)

  • Skor 4: 272 responden (70,3%)

πŸ”Ž Interpretasi:
Mayoritas mahasiswa (70,3%) menilai dosen sudah tanggap dan mudah ditemui untuk konsultasi laporan maupun materi kuliah. Jika digabung dengan skor 3 (24,3%), maka 94,6% mahasiswa puas terhadap aspek responsivitas dosen.

Hanya 5,4% responden yang merasa kurang puas (skor 1 dan 2), yang bisa jadi disebabkan keterbatasan waktu dosen atau jadwal konsultasi yang belum sepenuhnya fleksibel.

πŸ“Œ Kesimpulan:
Aspek Responsiveness berada pada kategori sangat baik. Mahasiswa merasa dosen ramah, mudah dihubungi, dan bersedia membantu dalam konsultasi akademik. Namun, ada sedikit ruang perbaikan untuk memastikan akses konsultasi lebih merata bagi semua mahasiswa.

4. Dosen mampu menggunakan metoda dan media pembelajaran sesuai dengan keahlian/pengalamannyaΒ (Assurance)

πŸ“Š Data hasil kuisioner (387 responden):

  • Skor 1: 3 responden (0,8%)

  • Skor 2: 20 responden (5,2%)

  • Skor 3: 88 responden (22,7%)

  • Skor 4: 276 responden (71,3%)

πŸ”Ž Interpretasi:
Sebagian besar mahasiswa (71,3%) menilai dosen sudah sangat mampu menggunakan metode dan media pembelajaran sesuai dengan keahlian/pengalaman mereka. Jika digabung dengan skor 3, total 94% mahasiswa puas terhadap kompetensi dan profesionalitas dosen.

Hanya 6% responden yang memberikan skor rendah (1 dan 2), kemungkinan karena adanya perbedaan gaya mengajar antar dosen atau keterbatasan variasi metode/media pada beberapa mata kuliah.

πŸ“Œ Kesimpulan:
Aspek Assurance berada pada kategori sangat baik. Mahasiswa menilai dosen kompeten, menguasai materi, dan mampu menyampaikan pembelajaran dengan metode serta media yang sesuai. Tingkat kepercayaan mahasiswa terhadap kemampuan dosen sangat tinggi.

5. Dosen mudah dihubungi dan bersikap baik dan bersahabat kepada mahasiswa serta bersedia membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan studiΒ (Empathy)

πŸ“Š Data hasil kuisioner (387 responden):

  • Skor 1: 6 responden (1,6%)

  • Skor 2: 13 responden (3,4%)

  • Skor 3: 93 responden (24%)

  • Skor 4: 275 responden (71,1%)

πŸ”Ž Interpretasi:
Mayoritas mahasiswa (71,1%) merasa dosen mudah dihubungi, bersahabat, serta bersedia membantu mahasiswa ketika mengalami kesulitan studi. Jika digabung dengan skor 3, total 95,1% mahasiswa puas dengan sikap empati dosen.

Hanya sekitar 5% responden yang menilai rendah (skor 1–2). Hal ini bisa disebabkan oleh perbedaan gaya komunikasi antar dosen, atau pengalaman individu mahasiswa yang merasa kurang mendapat perhatian.

πŸ“Œ Kesimpulan:
Aspek Empathy mendapat penilaian sangat baik. Dosen dinilai ramah, peduli, dan mendukung kebutuhan mahasiswa di luar pembelajaran formal. Hal ini menunjukkan adanya iklim akademik yang positif dan memperkuat kepercayaan mahasiswa terhadap dosen.

πŸ‘‰ Jadi, kalau kita rangkum, dari lima aspek yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, semua berada pada kategori baik hingga sangat baik, dengan dominasi skor tertinggi di angka 70%+ untuk level “sangat puas”.

Laporan Kuisioner Lainnya: